Perjalanan ke malaysia Selasa, 3 february 2009 pukul 17:00 WIB

Gw(Adhit), Haris, Bram, dan Probo akan melakukan perjalanan pertama ke luar negeri, yaitu Malaysia.
Setelah dilepas oleh yang nganter, Saya, Bram, dan Probo diantar orang tua, sedang Haris diantar kakaknya.
Di Bandara Soekarno Hatta, kita sempet ketemu sama Aziz teman satu kantor yang sedang bertugas di Bandara. Aziz kemudian menunjukan tempat dia bekerja, yaitu ruanganan monitoring bandara. Walau ga sekeren yang sering dilihat di film, tapi ruangan itu keren juga karena banyak monitor2 yang memantau keberangkatan pesawat, ada monitor yang nampilin CCTV di bandara Soeta.
Karena jam keberangkatan semakin dekat, akhirnya kita pisah sama Aziz dan keluarga kita masing2 dan mulai memasuki pintu keberangkatan untuk boarding.

–This is when the journey begin–

Tiket yang kita bawa adalah tiket elektronik yang di print dari situsnya KLM, Maskapai asal Belanda yang akan mengantar kita ke Malaysia. Setelah ditukar dengan tiket asli di tempat check in. Kita langsung ke loket fiskal, karena kita sudah punya NPWP(Nomor Pokok Wajib Pajak) kita bebas dari biaya fiskal.
Hal-hal yang paling menegangkan adalah di bagian imigrasi. Karena antrian di imigrasi ramai kita berpisah di dua antrian, Probo dengan Bram dan saya dengan Haris. Probo dan Bram lancar2 saja dan berhasil melawati imigrasi, sedang saya dan haris harus ditanya macam2, bahkan setelah mengeluarkan surat dari kantor kita masih harus mengurus ke ruang imigrasi dengan bapak2 berkulit hitam dan berbadan tinggi tegak. Setelah menunjukan surat dari kantor beserta identitas kantor kami, akhirnya kami lolos.
Setelah masuk kedalam pesawat kita duduk berjejer 4 orang di kursi tengah, sayang saya ga bisa liat keluar padahal itu pengalaman pertama saya. Pramugari dan Pramugaranya semua orang Belanda, kerasa banget logat Belandanya klo mereka ngomong kayak yang nahan sesuatu ditenggorokannya.
Saat makan, kita dapat daging, mie, salad, dan makanan penutup, kita juga bebas milih minuman yang kita mau dari air putih sampai wine ada semua. Saat makan yang paling di khwatirkan adalah klo daging yang kita makan itu tidak halal,, tapi karena lapar dengan ucapan basmalah kita makan dagingnya, dan ternyata itu ayam (sepertinya hahaha).
Singkat cerita kita sampai di Bandara KLIA Malaysia,, setelah mengisi formulir masuk ke negara Malaysia, kita celingak celinguk di Bandara mencari tempat penurunan bagasi. Setelah nanya ke resepsionisnya, kita harus naik kereta bandara untuk ngambil bagasi,, keren juga keretanya, 2 gerbong tanpa lokomotif dan bentuknya seperti kapsul, keren hehehe :D . kesan pertama di luar negeri berasa banget. Setelah mengambil bagasi kita bertemu sama orang yang akan menjemput kami, encik Safe’e. Ternyata kita dijemput pakai mercedes benz yang versi MPVnya bukan sedan. Karena sudah larut malam kita seringnya liat jalan kosong aja sampai akhirnya kita sampai di Arena Green Apartment.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.