Taksi bukan angkot, LRT bukan KRL

Di Kuala Lumpur ga ada yang namanya angkot apalagi ojek, emang seh jalanan disini jadi lebih tertib tapi jadi susah klo mau pergi kemana2 harus nyari taksi. Klo ngebandingin taksi disini sama di Indonesia, taksi di Indonesia jauh lebih bagus. Klo di Indonesia taksinya klo ga vios atau altis, ada soluna atau baleno juga pokoknya udah ga kotak-kotak bentuknya hehehe. tapi klo disini kebanyakan taksinya tuh buatan lokal yang sepertinya keluaranĀ  dibawah tahun 2000. bentuknya masih rada kotak2 n rada kurang nyaman dipandang hehehe. Aturan naik taksi disini biasanya kita dikenakan biaya tambahan 40 sen klo yang naik 3 atau 4 orang, trus klo ke Bandara kita harus nambah 12 ringgit. Tulisan tentang biaya tambahan itu hampir selalu ada di kursi depan taksi. oh iya sebutan untuk taksi disini tuh “teksi” atau “cab”.

Untuk transportasi kereta (dalam bahasa indonesia, karena kereta dalam bahasa malaysia adalah mobil) kita biasa menggunakan LRT (Light Rail Transit), semacam KRL klo di Indonesia cuma lebih bagus sedikit dari keretanya Sudirman Express atau lebih bagus banyak dari KRL ekonomi jurusan Long Parung – Brother’s Land atau Parung Panjang – Tanah Abang hahaha. Kita biasa naik dari stasiun Bukit Jalil karena letaknya paling deket dari apartment kita, cuma 10 menit jalan kaki kearah yang benar klo kearah sebaliknya saya ga tau blom pernah nyoba hihihi. Naik LRTnya gampang koq, didepan stasiun ada tarif sama peta perjalanan, kayak peta busway cuma hanya satu jalur aja. Klo mau naik kita harus beli tiket dulu di loket atau ada vending machine nya juga loh. Tapi hati-hati mengunakan mesin ini walau mesinnya bisa nerima uang kertas tapi kembaliannya tuh uang koin semua. Pernah dengan polosnya saya memasukan uang 5 ringgit untuk perjalanan yang hanya 1.70 ringgit. Jadi kembalinya yang 3.30 ringgit itu jadi receh 6 pecahan 50 sen,1 pecahan 20 sen, dan 1 pecahan 10 sen. lumayan itung2 olahraga ngantongin logam hehehe

Ada banyak jenis LRT disini, dari yang kayak KRL tapi relnya diatas, monorel, sampai subway juga ada. Paling asik naik subway emang seh biayanya relatif lebih mahal tapi pengalaman naik subway asik apalagi ada beberapa jalur yang keretanya naik dari bawah tanah ke atas permukaan, keren deh :) .

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.